A. NILAI SKALA SIKAP


Kata Pengantar
Pendidikan Budaya Karakter Bangsa menjadi tanggung jawab berat seorang  Pendidik. Pendidikan Karakter menjadi indicator sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembelajran untuk seorang guru.  Berbagai permasalahan timbul karena pendidik tidak terbiasa dalam mengukur sikap. Mereka terbiasa mengukur keberhasilan proses pembelajaran dari indikator aspek pengetahuan  yang lebih mudah untuk mengukur peserta didik. Setiap melakukan penilaian sebaiknya guru melakukan berbagai seperti :
•         Keeping track, melacak kemajuan peserta didik
•         Checking up, mengecek ketercapaian kemampuan.
•         Finding out, mendeteksi kesalahan
•         Summing up, menyimpulkan
Di saat melakukan assemen guru diharapkan sebaiknya lebih menitikberatakan kepada bagaimanakah cara peserta didik menjawab pertanyaan bukan sekedar dari isi pertanyaan itu sendiri. Hal ini akan mungkin ditunjukan dengan perubahan sikap, penalaran dan wawasan maka akan melihat perubahan sikap (karakter) peserta didik.
Untuk saya mencoba menbuat langkah-langkah bagaimanakah cara menilai sikap pada proses pembelajaran. Hal ini akan berhubungan dengan Implementasi Bagaimanakah cara melaksanakan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.
Dalam hal ini perlu adanya Reformasi Sekolah dalam merubah paradigma lama bahwa keberhasilan sekolah diukur di saat peserta didik lulus 100% dan mendapat nilai tertinggi. Sekarang saatnya membuat paradigma baru yaitu sekolah yang mempunyai nilai-nilai Karakter dan Budaya  agar ciri bangsa Indonesia yang ramah, gotong-royong toleran  hampir punah.
 
Bandung, 12 Desember 2010
Saepudin, S.Pd
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini banyak sekali permasalah yang dihadapi oleh para guru dalam melakukan penilaian terhadap sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Itu di karenakan karena banyak para guru tidak mengetahui bagaimana format observasi untuk mengamati dan mengukur sikap siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Masalah tersebut muncul dari keabstrakan  fenomena sikap, yang masih berupa konsep/konstruk umum, yang sulit diamati dan diukur, jika belum dijabarkan dan didefinisikan menjadi indikator dan deskriptor indikator tersebut disusun dari amatan perilaku-perilaku yang ditampilkan siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, yang diasumsikan sebagai cerminan sikap siswa.
Jadi dalam makalah ini akan dipaparkan tentang penyusunan format penilaian, manfaat observasi sikap, petunjuk umum pengamatan sikap, cara penskoran dan penilaian sikap, dan bagaimana penjabaran konsep sikap supaya para guru atau kita sebagai calon pendidik agar nantinya bisa melakukan observasi terhadap anak didik kita serta melakukan penilaian dengan baik.
1.2 Rumusan Masalah
  1. Bagaimana cara menyusun format penilaian?
  2. Apakah manfaat format observasi sikap?
  3. Apa petunjuk umum pengamatan sikap?
  4. Bagaiamana cara  penskoran dan penilaian sikap?
  5. Apa dan bagaimana penjabaran konsep sikap?
 
1.3 Tujuan
  1. Untuk mengetahui cara menyusun format penilaian.
  2. Untuk mengetahui manfaat format observasi sikap.
  3. Untuk mengetahui petunjuk umum pengamatan sikap.
  4. Untuk mengetahui cara  penskoran dan penilaian sikap.
  5. Untuk mengetahui penjabaran konsep sikap.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Menyusun Format Penilaian
Penyusunan format observasi ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu masalah yang dihadapi oleh para guru dalam melakukan penilaian terhadap sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Masalah tersebut muncul dari keabstrak-an  fenomena sikap, yang masih berupa konsep/konstruk umum, yang sulit diamati dan diukur, jika belum dijabarkan dan didefinisikan menjadi indikator dan deskriptor indikator tersebut disusun dari amatan perilaku-perilaku yang ditampilkan siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, yang diasumsikan sebagai cerminan sikap siswa. Setelah indikator-indikator tersebut tersusun, kemudian dijabarkan dijabarkan desriptornya, yaitu sebagai penjelas atau operasionalisasi perilaku, agar memudahkan Guru dalam melakukan pengamatan, pengukuran dan penilaian.
Berdasarkan kajian dari beberapa teori sikap yang ada, pada konteks ini, sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani merupakan respon eluatif siswa atas suatu obyek (pembelajaran pendidikan jasmani) yang telah diketahui, dipahami, dirasakan, dialami, dan diyakini, sehingga menimbulkan kecenderungan bertindak?berperilaku, baik secara positif (menerima, menyenangi, mendukung, menghargai, melaksanakan dengan sukarela dan bersemangat, dan sebagainya), maupun secara negatif (menolak, keengganan, dan sebagainya).
Perwujudan sikap selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani dapat digali perilaku-perilaku yang ditampilkan siswa selama pembelajaran berlangsung, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Perilaku itu dibatasi pada perilaku yang muncul dari proses interaksi antara siswa dengan Guru, siswa lain, lingkungan atau sumber-sumber belajar yang digunakan: dan untuk memudahkan proses pengamatannya, dilakukan kategorisasi sikap berdasarkan 7 dimensi, yaitu: dimensi sosial, kepemimpinan, etika, partisipasi,, kedisiplinan, penampilan dan dimensi kontrol diri. Dari dimensi-dimensi sikap ini, kemudian dijabarkan lagi menjadi indikator dan deskriptor penjelasannya.
2.2 Manfaat Format Observasi Sikap
Alat penilaian yang berupa format observasi sikap ini dikembangkan sebagai salah satu upaya untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru pendididkan jasmani dalam melakukan penilaian sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani secara sistematis, benar dan dapat dipertanggung-jawabkan.      Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk mem-perbaiki proses pembelajaran (evaluasi proses/formatif/diagnotif/motifatif),  juga bisa difungsikan sebagai evaluasi produk (sumatif).
Dari sisi siswa, alat ini dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk melakukan self-evaluation yaitu untuk melibatkan siswa dalam menyelenggarakan pembelajaran pendidikan  jasmani.
 
2.3 Petunjuk Umum Pengamatan Sikap
Format observasi ini digunakan dan diisi oleh guru pada sat pembelajaran berlangsung. Yaitu saat dilapangan. Agar perilaku yang ditampilkan siswa tidak dibuat-buat (tendensius, karena dinilai) dan merupakan cerminan sikapnya terhadap pendidikan jasmani, dalam melaksanakan pengisian format observasi ini, hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal barikut ini:
  1. Dilakukan tanpa sepengetahuan siswa
  2. Dilakukan secara berulang-ulang, karena perilaku yang teramati tidak semuanya muncul pada setiap pembelajaran: dan dengan diulang-ulang dapat meningkatkan kejelia, ketelitian dan keajegan.
  3. Pelaksanaan penilaian ini tidak dialokasikan dalam waktu yang khusus, tetapi dilakukan setelah pemberian materi, bersamaan dengan proses mengendalikan dan mengevaluasi/mengkoreksi siswa yang sedang melakukan gerak tertentu,atau pada situasi-situasi khusus, seperti pada waktu kegiatan ekstra kurikuler dan pertandingan antar kelas, yang masih dalam konteks dan ruang lingkup pembelajaran pendidikan jasmani
  4. Target jumlah indikator yang diamati Dalam satu kali pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan masing-masing guru dan kareteristik kancah setempat.
Untuk itu kemampuan guru dalam menggunakan format ini perlu dilatih  dan diperlukan ketelatenan dalam melaksanakan uji coba pengamatan secara berulang kali.
 
2.4 Petunjuk Khusus Penskoran dan Penilaian Sikap
Pengisian format ini dilakukan dengan memberi tanda cek pada kotak yang ada di bawah pernyataan deskriptor. Penskoran dilakukan dengan menghitung jumlah deskriptor yang ditampilkan siswa selama mengikuti pembelajaran, yaitu:
  • Skor (1) diberikan, apabila siswa tidak menampilkan semua deskriptor;
  • Skor (2) diberikan, apabila siswa menampilkan satu deskriptor;
  • Skor (3) diberikan, apabila siswa menampilkan dua deskriptor;
  • Skor (4) diberikan, apabila siswa menampilkan tiga deskriptor;
  • Skor (5) diberikan, apabila siswa menampilkan lebih dari tig deskriptor.
Jumlah skor pada satu indikator ditulis pada kolom jumlah, jumlah skor keseluruhan indikator  dihitung rata-ratanya. Untuk mengetahui maknanya (proses penilaian), skor tersebut ditransformasikan pada distribusi bergolong sebagai berikut:
  • 78 – 90: sangat positif
  • 63 – 77: positif
  • 48 – 62: cukup positif
  • 33 – 47: negatif
  • 18 – 32: sangat negatif
Distribusi di atas ditentukan berdasar dalil Sturges, yaitu i (lebar kelas) didapat dari pembagian R (range = skor tertinggi dikurangi skor terendah) dengan k (jumlah kelas interval). K didapat dari 1+3,33 logⁿ, n merupakan banyaknya kasus.
 
 
2.5 Penjabaran Konsep Sikap
Upaya penjabaran dimaksudkan untuk memberi batasan pada konsep sikap, sehingga definisi operasionalnya dapat didefinisikan dan dipahami. Mengingat konsep sikap sangat komplek dan abstrak, untuk menjabarkannya perlu ditinjau dari beberapa dimensi. Dari dimensi ini kemudian dijabarkan menjadi indikator dan penjelasannya (deskriptor), yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan yang operasional, sehingga memudahkan dalam mengamati dan mengukurnya.
Contoh:
Sikap Siswa pada Dimensi Sosial
Indikator: Kerja sama
Deskriptor:
  • Mengajak teman lain untuk melakukan tugas gerk secara bersama-sama
  • Berbagi bersama dalam melakukan gerakan atau permainan
  • Tidak mendominasi alat-alat permainan
  • Membantu teman yang mengalami kesulitan belajar gerak
  • Tidak memilih-milih teman dalam melakukan tugas gerak
Sikap Siswa pada Dimensi Penampilan
Indikator: kerapian dan kebersihan pakaian
Deskriptor:
  • Berpakaian bersih
  • Berseragam lengkap sesuai aturan
  • Berpakaian rapi
  • Tetap menjaga kebersihan selama mengikuti pelajaran
  • dst…………

Contoh Lembar Pengamatan Untuk Mengukur dan  Menilai Sikap Siswa

NAMA :………………..
KELAS :………………..
 
O
INDIKATOR
DESKRIPTOR
JML
1
2
3
4
5
Kerja sama
Mengajak teman melaksanakan gerak bersama
Berbagi kesempatan dalam melakukan gerak permainan
Tidak mendominasi alat pembelajaran
Membantu teman yang mengalami kesulitan
Tidak memilih teman dalam melakukan tugas gerak
Tanggung jawab
Mau menerima konsekuensi dari tindakannya
Mau dan berusaha melakukan tugas gerak secara sungguh-sungguh
Tidak mengelak dan menghindar dari tugas
Setelah menerima masukan segera diperbaiki
Aktif bertindak untuk memperlancar proses pembelajaran
 
Contoh Lembar Pengamatan Untuk Mengukur dan  Menilai Sikap Siswa
 
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas : IV A Semester  : 1 ( satu)
Tahun Pelajaran : 2011 – 2012  
 
No.
Nama
Perilaku
Nilai
Nilai
Akhir
Bekerja
sama
Berinisiatif
Penuh
perhatian
Bekerja
sistematis
 
Adelia Syahira Rizqillah
 
 Adila Rahmi Kamilah
 
 Amanda Putri Julianti
 
 Anggita Putri Lestari
 
 Aqshal Anom Gumiwang
 
 Arvenia Noer
 
 Arvia Nugraha
 
 Azzahra Putri Syah Alam
 
 Bintang Bagas Pramuditha
 
 Devan Raysha Febriansyah
 
 Fathimah Zhafirah A
 
 Fatikah Salsabila Romanisti
 
 Frudence Ardhaneswary P
 
 Gathan Rasendriya Khumar
 
 Ghevira Chairunisa
 
 Ghiani Nurul Fadilah
 
 Istrini Jawi Rachmani
 
 Kirana Fairuza Riyanto
 
 Maulidan Nur Margana
 
 Nabila Hendita Syafa A
 
 Natasya Rheina Fitri
 
 Naura Poetrry Nadima M
 
 Nurpadilah Hilmy Kaffah
 
 Nyayu Nabilah Khalda
 
 Rahma Rida Hanifah
 
 Ramadhan Indrajati
 
 Refika Safitri Rizkia Taufik
 
 Renna Amelia Selviana
 
 Rifki Nur Priansyah R
 
 Saira Aulia Rahmadina
 
 Sellena Salsabila C N
 
 Sherly Juniar Darmawan
 
 Shilmi Fadhila Syam
 
 Tasya Pratiwi Aisyah
 
 Vinny Purnama BK
 
 Wafi Fahruzzaman
 
 
 
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s